Satu dari separuh part 4

by Nadya Anggraini

images (9)

Hiruk pikuk kampus berjalan seperti biasa, Najwa dan Fatir bersikap asing satu sama lain.

Bengisnya matahari pada siang hari menyengat pandangan Najwa. Tiba-tiba brakkkk… drrrr..  suaru aneh mengagetkan lamunan Najwa yang sedang duduk di halte sembari menunggu bis.

Najwa langsung menghampiri keramaian dimana tempat suara itu berasal. Kecelekaan jalan raya membuat kaget para pejalan kaki. Sebuah mobil sedan menghantam pohon di pinggir jalan. Sedan mewah itu ambruk dan keluar sedikit asap. Kaget dan kaku secara tiba-tiba. Najwa terdiam ternyata korbannya adalah Fatir. Ketika di bawa kerumah sakit Najwa menemani Fatir. Fatir tidak sadrkan diri. Tiba dirumah sakit, Najwa bertemu dengan orangtua Fatir, karena sudah lama tidak bertemu mereka melepas kerinduan.

“Ibu kangen banget sama Najwa. Ibu gak tau kalau Najwa di Universitas yang sama dengan Fatir.” Ujar ibu Fatir

“Najwa baru kali ini ketemu abang Fatir lagi setelah kemaren lama gak ketemu.” Jawab Najwa.

Beberapa hari setelah itu, Fatir sadar dari komanya dan Najwa sedang menemaninya.

Mulai dari kejadian itu, Fatir dan Najwa tidak sediaman lagi. Fatir mulai sering datang kerumah Najwa dan bertemu Ayah.

Najwa dan Fatir tetap bersikap seperti kakak adik meskipun sikap mereka sedikit lebih kaku karena rahasia diantara mereka.

“Wa, kami rencananya mau nyuruh Fatir nikah dan segeralah nyari jodoh ta’arufan.” Cerita ibu Fati kepada Najwa.

Mendengar hal itu Najwa terkejut kaku.

Menyikapi dengan tenang Najwa menjawab “ya bu, Najwa setuju itu. Umur abang sudah pas dan habis kuliah abang Fatir juga langsung kerja jadi direktur hotel karena hotel sedah merekrut abang kan.”

Fatir di kenalkan oleh ibu cewek cantik, berjilbab, dan pintar. Namanya Alisra.

Najwa memang sedikit tidak rela namun ia harus tetap pada komitmen untuk menjaga perasaannya.

Ta’arufan selama tiga bulan Fatir dan Alisra sudah cukup akrab. Dan diakhri kuliah S1 nya, Najwa mendapatkan beasiswa ke Al-Azhar untuk melanjutkan S2.

Berat hati Najwa meninggalkan ayah dan Fatir.

6 bulan Fatir Ta’arufan dengan Alisra. Najwa sudah 4 bulan juga di Al-Azhar. Di rencanakan kalau Fatir dan Alisra akan menikah. Najwa pulang ke Indonesia untuk mengahdiri acara bersejarah bagi Fatir. Namun kecelkaan pesawat yang menimpah Alisra mengharuskan dia di panggil lebih dulu. Alisra baru saja pulang dari umrah beberapa hari sebelum hari pernikahan mereka. Fatir masih tetap sendiri begitu pula Najwa yang sibuk mnyelesaikan study nya. Tak terasa mereka sudah sama-sama dewasa dan mapan. Tiba suatu hari dimana Najwa baru pulang dari Al-Azhar Fatir datang ke tempat Najwa bersama`kedua orangtuanya. Fatir mengajak Najwa menikah dan semua orang di tempat itu terkejut dan tidak menyangka.

Tibalah hari pernikahan mereka. Semua berbahagia. Fatir berkata “cinta itu Fitrah. Aku hanya separuh. Tanpamu aku tidak akan menjadi utuh.” Sambil mencium kening Najwa.

Setelah beberpa hari menikah, Najwa dan Fatir baru menceritakan satu sama lain pengalaman mereka dan perasaan mereka terhadap satu samalain. Fatir dan Najwa tertawa lepas karena keunikan mereka berdua di mobil sepulang dari ziarah di makam bundanya Najwa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s