Nomor 10-Part I

By Nadya Anggraini

101010 

Dika, pria tampan mapan yang sedang bertugas di kota kecil di Surabaya. Minggu malam,dia datang kesebuah hotel dengan dandan rapi menggunakan js abu-abu untuk melakukan check-in dan setalah bernagosiasi dengan resepsionis akhirnya kamar nomor 09 lantai 2 yang ia dapat.

Berjalan menyelusuri tangga. Tangga berpola klasik dan terlihat tua di lengkapi dengan bentangan karpet merah menyelimuti semua anak tangga. Satu persatu anak tangga itu di hitung oleh Dika. Dika memang selalu memperhatikan pola setiap apa saja yang ia lihat. Ada sepuluh anak tangga untuk bisa sampai ke lantai dua. Nuansa seram sama sekali tidak Dika dapatkan. Kembali dia memperhatikan pola. Lantai dua hotel itu di design dengan nuansa klasik dengan wallpaper bercorak kayu. Koridor sempit dengan kiri di lengkapi 10 bilik kamar dan kanan juga di lenkapi dengan 10 bilik kamar juga. Terhitung dari nomor 1 dan paling ujung bernomor 10. Dika menyelusuri koridor berjalan hingga didepan kamar nya. Dika mulai memperhatikan hal yang aneh. Semua lampu di setiap kamar di koridor itu nyala kecuali kamar nomor 10.  Hari telah larut malam dan Dika tidak sempat lagi memperhatikan dan memeriksa apa yang terjadi di kamar nomor 10.

Pagi cerah membangunkan istirahat malam Dika. Sontak Dika langsug bergegas  mandi dan bersiap-siap melaksanakan tugas nya. Dengan celana dasar hitam dan jas abu-abu di lengkapi dengan dasi ungu tua, Dika siap memulai harinya. Keluar dari pintu kamarnya, Dika merasa penasaran dengan kamar nomor 10 di sebelah kamarnya. Lewat lobang pintu dia mengintip. Tidak ada yang terlihat di dalam kamar itu.  Hanya kegelapan dan secercak cahaya putih di sudut kamar.

Merasa ada ke anehan dengan hal itu, Dika menanyakan nya kepada resepsionis, namun respsionis itu hanya tersenyum paksa. Daripada membuang waktu, Dika dengan cuek saja menyikapi hal itu.

Keesokan yang sama, kejadian yang sama kembali terulang. Dika mengintip di lubang pintu kamar itu dan dia hanya menemukan secercak putih seprti kemarin. Namun yanga anehnya adaha cahaya putih itu semakin besar dan terlihat seperti mendekat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s