Nomor 10–Part II

By Nadya Anggraini

sdd

 

Hari-hari berikutnya terulang kejadian yang sama. Seperti yang terjadi semakin hari cahaya itu semakin mendekat dan membesar. Hari ke-9  Dika mencoba untuk memastikan cahaya apakah itu. Karena didalam hatinya tersimpan segudang rasa penasaran dan ingin tahu akan hal tersebut. Ini berbeda dengan biasanya. Di hari ke-9, Dika tidak melihat kegelapan akan tetapi ruangan itu dipenuhi dengan cahaya putih. Hal itu tambah membuat rasa penarsarn Dika bangkit. Dika kembali bertanya dengan resepsionis dan hasil nya nihil. Resepsionis tetap saja tidak mau bicara.

Keesokan harinya, hari terakhir dimana Dika tinggal di hotel itu karena tugasnya dikota itu telah selesai. Hari terakhir Dika hendak meninggalkan kamar hotelnya dan check-out dari hotel. Tapi tak lupa, seperti biasa Dika tidak lupa mengintip kamar itu.

Cahaya putih yang biasa Dika lihat sekarang tidak ada lagi dan digantikan dengan cahaya merah yang tidak terlalu meyilaukan. Dika merasa aneh. Dika cepat bergegas pergi dan takut ketinggalan pesawat. Rasa penasaran Dika mengalahkan semuanya. Dia memaksa resepsionis ituu untuk berbicara dan meceritakan semuanya. Namun dia tetap tidak mau angkat bicara. Kemudian, Dika menceritakan semua kejadian yang dia alami dan pengalaman apa saja yang ia dapat selama 10 hari di hotel itu. Mendengar cerita Dika resepsionis hotel bergerak kaku dan tidak megedipkan mata. Wajahnya pucat dan  tangannya bergetar dengan frekuensi tinggi.

Diceritakan oleh si resepsionis kalau ternyata, di kamar nomor 10. Dulu, 10 tahun silam ada suami istri yang tinggal di hotel itu selama 10 hari. 9 hari pertama hubungan antar suami istri itu berjalan dengan baik dan ternyata pada hari ke-10 terdengar suara gaduh dari kamar nomor 10 itu. Ternyata, mereka berdua sedang bertengkar. Kemudian tiba-tiba terdengar suara terikan dari si istri. Beberapa detik setelah itu, suasananya menjadi hening.

Diceritaka kalau suaminya itu adalah seorang psikopat yang pada kejadian itu dia menghabiskan nyawa istrinya sendiri. Dideskripsikan kalau si Istri ternyata mempunyai bola mata merah yang indah dan cantik.

Setelah kejadin itu, kamar nomor 10 tidak pernah di huni lagi karena sering terdengar teriakan seperti minta tolong dan suara itu sperti suara seorang cewek.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s