Memulai Hidup Sehat dengan Sebuah Senyuman

Tumblr 21

“Tersenyumlah dan jangan bosan, agar musim gugur berganti semi, malam berganti pagi cerah, dan saat itu, burung gagak yang hitaam akan berubah menjadi Perkutut yang indah nan merdu kicau suaranya. Tersenyumlah, sebab senyummu pertanda adanya kualitas dan mutu di dunia yang melelahkan ini. Tersenyumlah, sebab semua duka tidak akan terbaca kecuali melalui senyumanmu.”-Ust. Musyafa-

Menelaah kalimat di atas, seberapa pentingkah sebuah senyuman itu? Mengapa sebuah senyuman dapat mengubah dunia? Tapi sekarang, bukankah galau yang lebih sering dipelihara oleh remaja dari pada sebuah senyuman?

Saya setuju dengan pendapat Vincent dalam bukunya, The Miracle of Smile, Senyum merupakan kebutuhan manusia yang sederhana dan gratis, tapi memberikan dampak begitu besar pada diri kita. Senyum itu bagaikan setetes air yang bisa menghilangkan dahaga dan bagaikan udara segar di dalam ruangan hampa yang kedap udara. Betapa mudahnya melakukan hal tersebut, hanya butuh beberapa detik untuk mengubah bentuk bibir menjadi senyum dan menjaganya dalam beberapa detik sebagai ungkapan perasaan hati.

Tapi mengapa hal sederhana ini jarang sekali terlihat, jarang sekali diterapkan oleh manusia apalagi remaja? Di jalan, di angkutan umum bahkan di sekolah pun tempat yang seharusnya menjadi dunia yang menyenangkan bagi para remaja justru terlihat buram. Cemberut, kagalauan, dan kemalasan selalu menghiasi wajah-wajah muda, seolah beban yang mereka miliki tidak bisa mereka pikul lagi.

Galau itu susah dan menyedihkan. Miris sekali melihat remaja kini yang selalu di pusingkan oleh hal-hal yang tidak penting dan tidak berbobot. Kening berkerut seribu bukan sedang memecahkan soal matematika, bukan sedang menganalisis masalah yang sedang terjadi di dunia, bukan juga sedang memikirkan pekerjaan rumah yang menumpuk tapi hanya karena masalah cinta. Cinta yang belum tentu fitrah dan di ridhai sang Maha Cinta.

Susah memikirkan cinta dan pusing memikirkan hati, daripada melakukan hal yang tidak beruguna dan tidak menghasilkan manfaat seperti itu lebih baik memikirkan prestasi apa yang harus kita gapai esok hari dan karya apa yang bisa kita hasilkan untuk sekolah. Kunci dari semua itu yaitu tersenyum dan hijrah dari kegalauan.

Jika ditinjau dari segi kesehatan, tersenyum banyak sekali menghasilkan hal-hal yang positif. Sekilas orang yang murah senyum biasanya tejaga dari penyakit yang namanya stres. Stres bisa terlihat di wajah. Senyuman bisa menghilangkan mimik lelah, bosan, dan sedih. Ketika kita stres, ambil waktu untuk tersenyum. Senyuman akan mengurangi stres dan membuat pikiran lebih jernih. Senyum dapat mengendurkan otot dan memperlebar pembuluh darah serta mengirim lebih banyak darah hingga ke ujung-ujung dan ke semua otot di seluruh tubuh. Satu senyuman dapat mengurangi tingkat hormon stres, epineprine dan koristol. Bisa dikatakan senyum adalah sebuah bentuk meditasi dinamis dan relaksasi ( Vincent Khansa, 2013:4).

Senyum juga bisa menurunkan tekanan darah. Tidak percaya? Coba kita catat tekanan darah saat kita tidak tersenyum dan catat lagi tekanan darah saat kita tersenyum. Saat diperiksa, tekanan darah saat tersenyum pasti lebih rendah. Jantung akan berdetak secara normal, sehingga terhindar dari berbagai macam pennyakit ketegangan.

Senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik. Fungsi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks. Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan senyum.

Senyum ibarat obat alami yang bisa membuat sistem imun bekerja lebih baik. Senyum bisa menghasilkan endorphin, pemati rasa alamiah, dan seotonin. Ketiganya adalah hormon yang bisa mengendalikan rasa sakit.

Menjalani kehidupan sehari-hari dengan hati yang senang dan ceria membuat tubuh lebih sehat dan awet muda. Kita tidak perlu face lift untuk membuat wajah menjadi awet muda. Menurut pendapat para dokter, untuk menghasilkan sebuah senyuman hanya di butuhkan 17 otot wajah. Maka dari iu, tidak heran jika sering di temukan orang dengan usia 50-an tahun punya wajah masih tetap segar, ceria, dan sehat. Berbeda dengan orang yang suka marah, hobinya cemberut suka ngomel atau selalu galau, biasanya kelihatan lebih tua. Memang empat kebiasaan terakhir membutuhkan 32 otot wajah, inilah yang menjadi penyebabnya.

Selain dari penjabaran diatas, senyum juga mempunyai nilai-nilai positif dari sisi lain seperti sosial dan penampilan.

Berbeda halnya segi penampilan, senyum dapat memperbaiki penampilan dan menambah daya tarik. Walaupun yang tersenyum adalah kakek-kakek yang ompong dan keriput, namun senyuman tetap menjadikannya lebih cerah dan terlihat seperti lebih muda dari umur aslinya. Seperti mempunyai nuansa tersendiri, terlihat lebih manis dan lebih menyejukkan hati. Siapapun orang itu, jika dia tersenyum pasti akan terlihat lebih cantik atau tampan. Apalagi bagi seorang remaja, senyum itu adalah aksesoris alami yang bisa menjadi nilai lebih untuk sebuah penampilan.

Senyum merupakan suatu bentuk keakraban dalam pergaulan, hal ini penting dalam kehidupan sosial. Ini akan menambah suasana lebih hangat dan indah. Karena memang ketika kita melihat orang yang murah senyum, akan terasa meyenangkan. Bagi seorang remaja, bergaul adalah kebutuhan yang paling mendasar. Mempunyai link yang baik dengan setiap orang, akan mempermudah kita untuk berinteraksi dengan siapa saja, terutama teman sebaya. Saling betukar informasi dan berbagi ilmu. Sebagai seorang remaja mempuyai banyak teman luar selain teman sekolah, itu kan mempermudah kita untuk mengetahui mengenai informasi lomba-lomba dan jejaring-jejaring sosial yang pada akhirnya jika kita menang akan menambah hitungan prestasi yang telah kita gapai.

Tabasyumuka li akhika Shodaqoh”, yang mempunyai makna kalau senyum itu adalah sebuah ibadah. Sang Maha Cinta (baca:Tuhan)-pun sudah mengatakan kalau senyum itu adalah ibadah, itu artinya jika kita memberikan satu senyuman maka kita akan mendapatkan pahala karena kita telah beribdah kepada-Nya.

Ayo, tunggu apalagi? Sebagai seorang remaja budayakanlah seyuman dan salam keramah-tamahan di Negeri yang tercinta ini. Kini kita sudah tahu hikmah dan manfaaat dari senyuman itu sendiri, maka bergegaslah memperbaiki diri kita dengan senyuman dari hati yang tulus. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak tersenyum. Senyum lebih menyehatkan dari pada menggalau dan memikirkan hal belum seharusnya kita pikirkan. Memulainya dengan sebuah senyuman kita akan menjadi pelajar yang mempunyai budaya hidup yang sehat, belajarnya pun akan menjadi giat dan pastinya prestasi pun akan meningkat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s